kadangkala hati tak bisa diam, ada kata dan kalimat yang melintas, kalau di tangan ada kertas secarik, maka tertulislah dua tiga kata atau kalimat. kemudian terbuang dan hilang. mungkin tersimpan tetapi terselip pada tempat yang tak tentu, entah di mana, entah di mana... "o,ketimbang terbuang, mendingan tertuang"

bismillah! noe'ng di sini, di kebon besar. tangerang, maret 2010/rabi'ul awwal 1431

di dalamnya ada suka duka dan luka, ada cerita cinta dan cita, ada aku kau dan mereka.

Senin, 15 Maret 2010

"lagi, 2.000 !"

“2.000 !”
(sebelum kenaikan...)

Pada suatu hari yang tidak sama, di lokasi yang berbeda,
...
“Dua ribu bos!”
“coba lihat tiket masuk itu !” kataku sebelum menyerahkan jumlah rupiah yang ia sebutkan.
“oh ya,...” ia tampak mencermati kertas itu. Entah apakah ia bersungguh-sungguh dengan sikapnya itu.
“Nah, berapa rupiah tarif parkir di sini untuk 1 jam pertama?”
“Seribu rupiah !”
“Nah, berapa lama motor ini diparkir di sini?”
“Oh ya...ma’af bos, seribu rupiah.” jawabannya tak sesuai pertanyaanku.
“Apa benar hanya seribu rupiah?” aku menyindir.
“Ya bos...seribu rupiah saja !”
...
Motorku melaju lambat, sambil tersenyum sendiri, entah senyum untuk apa, sebab pikiran dan persaanku mengambang melayang menerawang entah sampai ke mana, aku hanya ingat, --tarif parkir, untuk sepeda motor, Rp.1.000,- untuk 2 jam pertama. Rp. 1.000,- untuk setiap 1 jam berikutnya, seperti terpampang pada pintu masuk. Dan pasti, aku parkir di sana kurang dari 1,5 jam. Mengantarkan dan menemani anakku yang telah kedinginan ketika baru setengah jam mandi dan bermain di kolam renang.

Tidak ada komentar: