kadangkala hati tak bisa diam, ada kata dan kalimat yang melintas, kalau di tangan ada kertas secarik, maka tertulislah dua tiga kata atau kalimat. kemudian terbuang dan hilang. mungkin tersimpan tetapi terselip pada tempat yang tak tentu, entah di mana, entah di mana... "o,ketimbang terbuang, mendingan tertuang"

bismillah! noe'ng di sini, di kebon besar. tangerang, maret 2010/rabi'ul awwal 1431

di dalamnya ada suka duka dan luka, ada cerita cinta dan cita, ada aku kau dan mereka.

Selasa, 16 Maret 2010

"2.000 !"

“2.000,- !“
(sebelum kenaikan...)

Pada suatu hari, pukul 13.05.
...
“Dua ribu !”
“Baik !” kuserahkan 2 lembar uang ribuan kepadanya, “jangan lupa, tolong berikan struk-nya !”
“Ya...” lantas ia memainkan mesin penghitung, agak lama kemudian menyerahkan struk yang kuminta.
“Ini pak!” Portal penghalang kendaraan lalu membuka.
“Terima kasih!” kataku menerima sepotong kertas, tapi aku tak segera beranjak, antrean sepeda motor di belakangku hanya ada 3 pengendara lain, --tidak panjang--, aku cermati kertas itu. Betul, di sana tertera tagihan Rp.2.000, untuk waktu selama 2.17.09. Lho, apa benar sepeda motorku berada di sana selama itu. Aku tahu persis, masuk ke pelataran parkir ini tadi, pukul 12.17. artinya tak sampai 1 jam hingga saat itu. Tapi mengapa Rp.2.000,- mengapa lebih dari 2 jam? ku teliti lagi angka-angka pada kertas itu. Nah, ini dia! “B 6xx6 CK”, tagihan ini ternyata bukan untukku, nomor polisi yang tertera bukan nomor sepeda motorku, B 6xx4 CQ . Tentu saja aku tak membiarkan hal ini.
“Lihat, ini untuk kendaraan lain.” sambil kukembalikan struk itu, dan kutunjukkan nomor polisi yang tertera di sana.
“Oh ya...maaf , seribu pak.” katanya (pura-pura) kaget, tapi tanpa mimik, tanpa ekspressi apa-apa di wajahnya. Acuh tak acuh saja, sambil mengembalikan uang seribu rupiah kepadaku. Akupun lupa bahwa ia belum memberikan struk sesuai yang kuminta.

Aku pun lalu beranjak dari sana, motorku melaju lambat, sambil tersenyum sendiri, entah senyum untuk apa, sebab pikiran dan persaanku mengambang melayang menerawang entah sampai ke mana. Aku hanya ingat, --tarif parkir untuk sepeda motor; 1 jam pertama Rp.1.000,- setiap 1 jam berikutnya, Rp. 500,-- seperti terpampang pada pintu masuk.
...
Hingga tiba-tiba “tidiiiittt !!!” aku dikejutkan bunyi klaskson sedan merah di belakangku. O, rupannya aku terlalu ke kanan di jalan raya...

Tidak ada komentar: