“2.000 !”
(sebelum kenaikan...)
Pada suatu hari yang lain, di lokasi yang tidak sama,
...
“Dua ribu rupiah !”
“Baik, ini...!” ku serahkan selembar uang lima ribuan kepadanya.
“Terima kasih !” sambil ia menyerahkan uang kembali tiga ribu rupiah, disatukan dengan struk tanda terima pembayaran. Portal penghalang terangkat ke atas dan membuka.
Aku beranjak. Enteng saja. Tanpa masalah. Tanpa insiden. Hanya sedikit rasa mengganjal.
...
Motorku melaju normal. Tak lambat, juga tak terlalu cepat. Wajar-wajar saja, meskipun aku tahu, --tarif parkir untuk sepeda motor: Rp.1.000,- untuk 2 jam pertama, Rp. 500,- untuk setiap 1 jam berikutnya, seperti terpampang pada pintu masuk. Sementara aku parkir di sana, --menjenguk kerabat yang sakit—tidak sampai 2 jam. Dan di belakangku, isteriku ikut serta.
...
Motorku terus melaju. Aku tak merasakan dan memikirkan apa-apa. Bukan aku lupa untuk memeriksa struk parkir tadi, aku sengaja mengabaikannya. Aku hanya tahu, tak ingin terlihat berselisih dengan orang lain, di hadapan isteriku.
Minggu, 14 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar