kadangkala hati tak bisa diam, ada kata dan kalimat yang melintas, kalau di tangan ada kertas secarik, maka tertulislah dua tiga kata atau kalimat. kemudian terbuang dan hilang. mungkin tersimpan tetapi terselip pada tempat yang tak tentu, entah di mana, entah di mana... "o,ketimbang terbuang, mendingan tertuang"

bismillah! noe'ng di sini, di kebon besar. tangerang, maret 2010/rabi'ul awwal 1431

di dalamnya ada suka duka dan luka, ada cerita cinta dan cita, ada aku kau dan mereka.

Jumat, 17 September 2010

"sebuah nama dalam kalbu"

"permata hati, untaian bunga"

(sebuah nama tersimpan dalam kalbu
mengukir bayangan sepanjang waktu
melukis kenangan masa bertahun lalu
putri tepian cisadane, ku sebut begitu
seperti yang telah dia titipkan padaku
betapa dalam hatiku terkenang selalu)

Permata hati senantiasa indah berseri
Untaian bunga harum mekar bersemi
Terkenang-kenang lagi sehingga kini
Resah rindu membentang di sanubari
Indah kenangan membayang kembali

Tetapi di mana gerangan kini berada
Entah kepada siapa ku akan bertanya
Pagi siang dan malam kunantikan jua
Impian sendu merindu menyayat rasa
Ada doa nan suci kumohon untuknya
Namun apa daya tiada berjumpa juga

Canda tawa gembira kukenang selalu
Ingatan memanjang sepanjang waktu
September 28, tersimpan dalam buku
Adakah mungkin waktu bisa bertemu
Dalam hidup dalam mimpi mengharu
Agar perasaan merindu segera berlalu
Namun semua kenangan seakan semu
Esok kan datang lalu menghilang pilu

(tiadalah asa yang ku harap-harapkan
tiadalah pada yang ku ingin-inginkan
tiadalah jua yang ku angan-angankan
sebatas nestapa yang ku tulis-tuliskan
sekedar duka yang ku curah-curahkan
semata luka yang ku tuang-tuangkan)

Minggu, 12 September 2010

"drama dari rimba" (3)

"ranggas"

kalut,
seisi hutan ribut
belantara semrawut
harimau mencari pengikut
gajah tak ingin disebut pengecut
sekali bertarung maju berpantang surut
riuh gemuruh pertarungan membuat kalangkabut.

gempar,
berita tersiar
kedamaian tercemar
dengan hati cemas berdebar
saling berbisik dan memberi kabar
sehingga sekalian hewan kini mendengar
ketenangan rimba belantara menjadi hingar bingar.

gawat,
merasa otot kuat
berdalih demi martabat
berbagai hewan kini terlibat
dari kodok yang lincah melompat
hingga singa yang ahli menyusun siasat
persaingan merebut kekuasaan makin menghebat.

konflik,
kalajengking terusik
mendatangi sang jangkrik
kemudian mereka berbisik-bisik
bagaimana harus membangun taktik
bermain dengan jujur ataukah secara licik
untuk mendapatkan kedudukan yang mereka bidik.

huruhara,
hutan membara
persaingan berbagai cara
ada jampi dan mantra-mantra
seekor biawak mengancam kura-kura
untuk mendukung buaya sebagai saudara
membangun kekuatan dengan ambisi menggelora.

bingung,
jerapah tak beruntung
makhluk bertubuh jangkung
tiada mendapat suara pendukung
harapan dan ambisi tinggi melambung
kehancuran ternyata tiada sanggup ditanggung
terguncang keseimbangan jiwa jerapah pun limbung.

keras,
hewan beringas
sehingga tak lagi jelas
hewan jinak ataukah buas
perebutan kekuasaan kian memanas
riuh gemuruh pertarungan berdampak luas
rerimbunan lebat di rimba belantara kini meranggas.