kadangkala hati tak bisa diam, ada kata dan kalimat yang melintas, kalau di tangan ada kertas secarik, maka tertulislah dua tiga kata atau kalimat. kemudian terbuang dan hilang. mungkin tersimpan tetapi terselip pada tempat yang tak tentu, entah di mana, entah di mana... "o,ketimbang terbuang, mendingan tertuang"

bismillah! noe'ng di sini, di kebon besar. tangerang, maret 2010/rabi'ul awwal 1431

di dalamnya ada suka duka dan luka, ada cerita cinta dan cita, ada aku kau dan mereka.

Minggu, 12 September 2010

"drama dari rimba" (3)

"ranggas"

kalut,
seisi hutan ribut
belantara semrawut
harimau mencari pengikut
gajah tak ingin disebut pengecut
sekali bertarung maju berpantang surut
riuh gemuruh pertarungan membuat kalangkabut.

gempar,
berita tersiar
kedamaian tercemar
dengan hati cemas berdebar
saling berbisik dan memberi kabar
sehingga sekalian hewan kini mendengar
ketenangan rimba belantara menjadi hingar bingar.

gawat,
merasa otot kuat
berdalih demi martabat
berbagai hewan kini terlibat
dari kodok yang lincah melompat
hingga singa yang ahli menyusun siasat
persaingan merebut kekuasaan makin menghebat.

konflik,
kalajengking terusik
mendatangi sang jangkrik
kemudian mereka berbisik-bisik
bagaimana harus membangun taktik
bermain dengan jujur ataukah secara licik
untuk mendapatkan kedudukan yang mereka bidik.

huruhara,
hutan membara
persaingan berbagai cara
ada jampi dan mantra-mantra
seekor biawak mengancam kura-kura
untuk mendukung buaya sebagai saudara
membangun kekuatan dengan ambisi menggelora.

bingung,
jerapah tak beruntung
makhluk bertubuh jangkung
tiada mendapat suara pendukung
harapan dan ambisi tinggi melambung
kehancuran ternyata tiada sanggup ditanggung
terguncang keseimbangan jiwa jerapah pun limbung.

keras,
hewan beringas
sehingga tak lagi jelas
hewan jinak ataukah buas
perebutan kekuasaan kian memanas
riuh gemuruh pertarungan berdampak luas
rerimbunan lebat di rimba belantara kini meranggas.

Tidak ada komentar: